Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

PUISI PAHLAWAN



SELAMAT HARI PAHLAWAN, 10 NOVEMBER 2013
JAYA, JAYA, JAYA LUAR BIASA untuk KOMUNITAS PEGIAT KEBANGSAAN JAWA TIMUR


Berita Untuk Bung Tomo
Oleh : Yeni Ayu Wulandari
(Pegiat Komunitas Kebangsaan)

Apakah sampai padamu Bung?
Pekik semangat kami untuk mengenangmu
Apakah sampai padamu Bung?
Untaian doa yang kami aturkan di peristirahatanmu?
Apakah sampai padamu Bung?
Gelora semangat juang pelajar ini

Angan kami terbang jauh ke angkasa
Melintasi cakrawala
Menguak sejarah
Menangkap semangat

Bung,
Semangat kami tidak untuk bertempur
Bertempur melawan kebengisan sekutu
Tidak!
Tapi semangat kami untuk melawan carut marut pengendali negeri
Yang tak lagi memiliki patriotisme tinggi

Akan kemana Rajawali ini Bung?
Mungkinkah akan terbang bebas ke angkasa
Atau terkurung jeruji emasnya?
Sungguh, Indonesia menangis
Rajawaliku terperjara jeruji emasnya

Ingin rasanya kami melepas
Dengan napak tilas yang kami lakukan
Bung, Indonesia menangis
Merindu akan orator ulung sepertimu
Yang membangkitkan semangat bumi pertiwi
Untuk melawan kebengisan penghancur negeri

Bung,
Apakah sampai padamu puisiku ini
Yang kutulis dengan diiringi lagu gugur bunga
Di monumen tugu pahlawan Surabaya


Tak Lagi Pejuang

Wajahwajah sepucat mayat tunjukkan kepiasan
Airmata mejelma menjadi kebisuan
Hanya kebengisan sekutu yang menjadi santapan
Yang bersemayam di kantong kepiluan
Urusan mati belakangan

Harihari bermandikan darah
Mati, sesuatu yang pasti
Raungan sekutu terus saja menghantui
Dalam kematian kau bersemayam dalam kenangan

Inilah plataran sunyi yang harus kami tempuh?
Abadi dalam nestapa yang selalu merengkuh
Negeri kita harus merdeka
Pekikmu dulu
Tapi kini anak cucumu kembali menderita
Karena musuh tak lagi bernama Belanda
Tapi orang Indonesia
Pengendali negeri yang miskin jiwa nasionalismenya

Itukah yang disebut pejuang
Yang memang memperjuangkan Indonesia menuju kemakmuran
Tapi lebih sering mengeruk kekayaan
Hanya untuk kepentingan sendiri
Dan  tak lagi memikirkan masa depan negeri

Sabtu, 19 Oktober 2013

Kumpulan Puisi Nama yang Kupersembahkan Untuk Guruku Tercinta di SMADA

KUMPULAN PUISI NAMA yang KUPERSEMBAHKAN UNTUK GURUKU TERCINTA di SMA 2 BOJONEGORO


Nyamini, S.Pd
N = Nama manis yang menjadi nama Ibu
Y =  Nama yang teringat dalam memori otakku
A = Abadi bersama digariskannya pengorbanan akan nasibmu
M = Membina, mendidik, dan membimbingku
I = Ingin aku memiliki jiwa baja seperti Ibu
N = Namamu Ibu, kuuraikan dalam sebait puisi kecilku
I = Inilah tanda betapa aku menghormatimu

Drs. Hariyanto
H = Hanya sosok kuat yang siap membimbing penuh kesabaran
A = Aku bangga kepada dirimu Bapak,
R = Rasanya hati ingin berteriak
I = Indahnya waktu saat kau mangajar
Y = Yang terkadang membuatku terkantuk tak sabar ingin segera kelar
A = Akan tetapi hatimu selalu penuh kesabaran
N = Namamu kuingat selalalu karena sosokmu penuh perjuangan
T = Tak pernah marah saat menagjar
O = Orang yang benar-benar penuh kesabaran

Dra. Hj. Siti Umiyati
S = Sejarah dunia pendidikan telah melukiskan
I = Ini adalah sosok wanita yang penuh pengabdian
T = Terus teringat dalam lembaran ingatan
I = Indahnya dimensi waktu disaat belajar bersamamu

U = Untukmu, Siti Umiyati guru agamaku
M = Maha besar Tuhan telah menjadikanmu sosok penuh dedikasi
 I = Inspirator bagi kami
Y = Yang telah membimbing kami selama di masa putih abu-abu
A = Aku mencoba mengurai namamu dalam kalimat puisi
T = Tidak terlalu indah namun akan berarti nanti
I = Inilah aku muridmu yang membanggakanmu

Dra. Hj. Wiwik Widowati, M.Pd
W = Wanita cantik yang penuh bakti
 I = Indahnya semangat yang menyelimuti
W = Walau cobaan menerjang berkali-kali
 I = Isi hatimu tak henti memperbarui
K = Kekuatan hati yang selalu semangat dalam mengabdi
W = Walau kesibukan tiada henti
I = Isyarat bahwa engkau penuh mimpi
D = Disinilah dalam rentetan kata kutulis namamu wahai guruku Wiwik Widowati
O = Orang yang bagiku tlah menjadi sumber inspirasi
W = Walau banyak guru ada disini
A = Ada sosokmu yang lebih membekas di hati
T = Tak perduli engkau selalu mengomeli
I = Inilah aku, muridmu yang mencoba mengerti

Drs. Heliyanto
H = Hari-hari telah berlalu tak terhitung rentang waktu
E = Esok, kini ataupun sekarang
L = Lelah dan penat yang cukup terasakan
I = itulah tanda bahwa engkau mengajar penuh kesetiaan
Y = yang inginkan kami mencapai tujuan
A = Alangkah mulianya dirimu Bapak,
N = Namamu yang kutuliskan dalam bingkai puisi
T = Tanda cinta kasih akan baktimu
O = orang yang kuanngap penuh kesabaran di tengah kerentaan

Drs. H. Ahmad
A = Ada sosok yang begitu ramah
H = Hari-hari berganti penuh sensasi
M = Masalah penat menjadi urusan nanti
A = Asyiknya belajar sosiologi
D = Dalam canda tawa yang mengiringi
A = Ada suatu cerita yang mungkin tak pernah terlupakan
H = Hinggap bersama sayap-sayap kenangan
M = Membuat mata tak akan pernah terpejam
A = Agar tidak ektinggalan keceriaan
D = Dalam alunan kemasan cerita saat pelajaran

Septiyaningsih D. S.Pd
S = Sepotong puisi dalam semak kata
E = Entah kenapa aku ingin memotongnya
P = Pikiranku mengingat di suatu ketika kau bercerita
T = Tentang arti sebuah semangat dalam mencapai cita-cita
Y = Yang selalu diterjang rintangan untuk meraihnya
A = Apakah sampai padamu sebuah cerita tentang percakapan kita?
N = Nyamannya hati saat kau suntikkan vaksin semangat untukku kala senja
 I = Ingatkanku untuk terus belajar tak patah asa
N = Namun hati ingin menjerit karena lelah tiada terkira
G = Gelisah menatap masa depan yang tida henti terjangan ombak kebosanan di kelas tiga
S = Sosokmu bagiku tidak akan pernah terlupa
I = Impian dan harapan yang menggelanyut di memori kenangan dan ketentraman di dada
H = Harapan saat sukses kelak dapat berjumpa

Muzaki S.Pd
M = Mentari pagi hari menyambut semangatmu
U = Urusan bakti kau tempuh tak peduli waktu
Z = Zona kenangan yang tak terhapus waktu
A = Alangkah indahnya belajar sejarah denganmu
K = kenalkan aku pada dimensi masa lalu
I = Indahnya perjuangan masa lalu menjadi asupan meraih cita-citaku
Z = Zona ketulusan terus melingkari jiwamu
A = Amanah yang kau pegang untuk mendidikku di masa putih abu-abu
K = Kelak jika aku susah lulus di masa ini
 I = Ingin aku menemuimu

Rabu, 31 Oktober 2012

Rasa



Yang ditunggu belum tentu kembali menunggu
Berharap rasa yang sama namun kerap kali tak sama
Aku tau dia mengerti apa maksudku
Tapi kenapa dia diam saja
Layaknya patung tanpa ekspresi
Mungkinkah dia buta? Tuli? atau Bisu?
Aku rasa tidak semua
Mungkinkah ini sebuah permainan

Sungguh aku telah lelah jika ini memang sebuah permainan belaka
Aku bukan boneka
Yang bisa dimainkan begitu saja
Aku beraga dan bernyawa
Ada rasa yang tengah tertahan
Meradang di penantian tiada ujung

Kamis, 26 Juli 2012

Kumpulan Puisi Karya Yeni Ayu Wulandari Part 1

BUNGA BUSUK
Kau, ibarat bunga bangkai yang tumbuh diantara rerimbunan pohon
Tebarkan aroma busuk
Yang menusuk dua lubang hidung
Lalu menjalar menuju saraf otakku bayangan akan dirimu
Kau, memang bukan kupu-kupu malam
Tapi kau tak pernah lelah menerima hisapan manis dari para lalat dan kumbang
Senyummu bak sari madu yang sangat mengoda untuk dikecup bibir
Tubuhmu seperti rafflesia yang tampak anggun
Tumbuh diantara semak belukar dan pepohonan
Anggun namun tak anggun
Sebenarnya,
Kau ini tak lebih dari seonggok kotoran yang tertutupi debu jalanan.


LILIN ITU AKU
Keringat dingin keluar dari telapak tangan dan kakiku
Tubuhku panas
Otakku?
Otakku berada dantara perseteruan 2 rasa yang berbeda
Panas dan Dingin berperang dalam otakku

Aku seperti lilin
Diam mematung
Dan terus dilahap panasnya api
Makin leleh
Rapuh
Dan tak utuh lagi
Setelah mulutku dengan frontalnya berkata
Aku Suka Kamu

TEMPAT TERINDAH
Bulan,
Dimana tempat terindahmu?
Awan malam jawabmu
Bintang,
Dimana tempat terindahmu?
dimanapun, asalkan bersama bintang
Lalu,
Aku tanya pada diriku dimana tempat terindahku
Dan hatiku menjawab
Dalam dekap peluk hatimu


JARUM HUJAN
Aku rindu
Pada gelapnya mendung sore
Aku rindu
Rindu saat menghitung jarum yang jatuh dari awan
Bersamamu ..
Yang turun ke bumi
Membasahi rambut hingga sekujur tubuh kita
Menembus kain yang menutupi tubuh ini, menusuk kulit
Namun tak sampai ke hati
Jarum itu
Memaksamu mendekatkan tubuhmu padaku
Lalu kau genggam jemariku dan merenggkuh tubuhku dalam dekap pelukmu
Seakan kamu tak ingin aku mati tertusuk jarum-jarum itu
Namun, sakit itu indah
Tapi hanya sesaat
Karna keindahan itu berganti dengan getirnya rasa sakit
Ya, sakit
Ketika harus menghitung jarum hujan yang turun dari balik matamu
Yang tak menyisakan bias pelangi
Namun mendung gelap yang menyelimuti hati


DI SEBUAH TEMPAT
Bulan merangkak ke peraduannya
Desau angin malam semakin menusuk kulit
Cahaya bintang berganti dengan cahaya neon
Di sebuah tempat
Yang tak terlalu indah
Namun berkesan
Bersekat papan-papan persegi
Yang menutupi kita dari sorotan mata lain
Dan ditemani dua cangkir jus melon yang tak terlalu manis
Bersama lagu religi yang menggema
Kau tatap mataku
Lalu berkata,
Mau jadi pacarku??

PULAU HATI
Aku ingin dirimu menjadi pria sejati
Pria yang mampu menjelma menjadi apapun untukku
Kekasih ..
Kawan ..
Kakak ..
Sahabat ..
Hatimu memang satu
Berisi aliran cinta dan rindu
Dan aliran cintamu itu tlah berbaur dengan merahnya darahku
Berenangrenang dalam tubuhku
Hingga bermuara pada sebuah pulau
Pulau Hatiku.
                                                Kamarku, 1 Agustus 2012 (19.04)

SENJA MERAH JAMBU
Kamu itu merah jambu
Yang tak bisa diceritakan
Tapi bisa dirasakan
Kamu itu senja
Penghubung lara dan rindu
Seperti semestinya senja dunia
Yang menjadi penghubung pergantian waktu
Senjamu itu indah
Senjamu itu berbeda
Dengan senjamu aku bisa merasakan
Pahitnya dunia merah jambu
Senjamu itu mengajariku
Untuk melewati dunia merah jambu
Dunia yang mempu menggoyahkan imanku
Membuyarkan semua impianku
Yag tlah kurajut sekian waktu

                                                Kamarku, 1 Agustus 2012 (19.26)

KAMU
Getaran cinta bergetar dijantungmu
Hembusan nafasmu memburu
Yang hangatkan jiwaku
Kulihat pipimu merah tersipu malu
Binaran mata sempurna pada kelopak matamu
Dan senyum indah tertarik dari bibirmu

Di tempat itu aku duduk bersamamu
Habiskan waktu hingga malam berlalu
Berbicara tentangku dan tentangmu
Berbagi cerita tentang likaliku masa lalu

Akhirnya kau ucap janji padaku
Bukti cintamu padaku katamu
Aku terus memikirkanmu dan janjimu
Tiap waktu sampai kau hadir dalam mimpiku

Dirimu terlalu sempurna untukku
Dan aku jauh dari kata sempurna untukmu
Ya kan!
Hingga kau berlalu
Tanpa kepastian yang mampu tenangkan pikiranku
Disaat cintaku padamu berada diujung waktu

                                    Kamarku, 1 Agustus 2012 (19.35)

SEMINGGU
7 hari
168 jam
10.080 menit
172. 800 detik
Seminggu …
Melewati pagi siang sore bersamamu
Merangkai asa dalam bingkai asmara
Mengikrarkan janji dalam semangat setia
Membendung rindu dalam nestapa
Menanti kesempatan memadu kasih
Tuk merasakan hangatnya cintamu
Sesaat namun kan kuingat slalu
Dalam otakku tentangmu
Yang mampu mengobati lukaku
Walaupun hanya singgah selama seminggu  

                                                Kamarku, 1 Agustus 2012 (20.27)

PELABUHAN ASMARA
Inginku mengembara
Mencari lingkaran asmara
Namun ku tak tau kemana arahnya
Arah menuju tujuan
Pelabuhan asmaraku
Yang sebenarnya tlah ada dalam raganya
Dan didalamnya kan kutabur benih rindu
Ditebarkan oleh angin
Tak peduli waktu
Tak peduli tempat
Hingga Tuhan memberhentikan angin itu
Dalam dermaga pelabuhan asmara
Yang ku tak tahu kapan itu

                                    Kamarku, 1 Agustus 2012 (20.45)

MENDAKI MIMPI
Citacita itu sebuah gunung
Butuh kekuatan untuk mendaki
Mendaki sampai puncak tertinggi
Berawal dari kaki gunung
Yaitu impian
Terus merangkak naik
Mendaki lereng dan rintangan alam lain
Bermodalkan tekad dan semangat
Kudaki lerenglereng curam itu
Yang kerap kali menjatuhkanku
Dalam jurang keputusasaan
Dan menyesatkanku
Pada permainan arah menuju puncak
Berdiri lagi dan kudaki lereng itu
Bersabar pada waktu yang akan menuntunku
Mencapai puncak tertinggi
Temanku para pepohonan
Symphoni alam paling merdu
Gesekan daundaun dengan angin
Menyejukkan hati
Merekalah penyemangatku
Senandung doa dari orang-orang yang menyayangiku
Pelipur lelah ragaku
Hingga mereka tersenyum padaku
Karna aku tlah sampai pada puncak gunungku
Dalam ruang dan waktu yang tak tentu

                                                Kamarku, 2 Agustus 2012 (02.31)

TANYA
“Apa yang kau cari dariku?”
“Apa kau suka aku?”
“Kau mendekatiku tibatiba!”
Tanyaku pada lelaki itu
Tibatiba hening
Dadanya berdegup
Mulutnya masih terkunci
Rapat
Bola matanya bermain
Beradu dengan mataku

“ Haruskah itu dijelaskan?”
Kata lelaki itu
Aku semakin tak tau
Akan berkata apa lagi
Sampai suatu waktu kuketahui
Jika hati berkata tidak
Maka mulut tidak bisa meng-iyakan
                                                Kamarku, 2 Agustus 2012 (03.00)